Queering The Construction Of Gender Identity In Chris Columbus’ Movie Mrs. Doubtfire

Pradipta Agustina(1*), Maimunah Maimunah(2),

(1) 1. The British Institute; 2. Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Jalan Dharmawangsa Dalam Selatan Surabaya
(2) Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Jalan Dharmawangsa Dalam Selatan Surabaya
(*) Corresponding Author

Abstract


The construction of traditional gender roles has affected the understanding of being feminine and masculine. This understanding seems to influence gender performance in the film Mrs. Doubtfire. This one­hour­and­fifty­seven­minute film was directed by Chris Columbus. This study is conducted to examine how gender performativity is illustrated in the film and what ideology lies within the film. Queer theory, especially gender performativity by Judith Butler is used as the framework of the study. The study is done by observing and analysing chosen scenes from the film focusing on the performance of Daniel Hillard as Euphegenia Doubtfire. Narrative aspect of the film is not only the main concern; the non­narrative is also part of the analysis especially on costume, makeup, performance and color. The main finding of this study is this film in one hand celebrates traditional gender roles but on the other hand promotes gender as performance. Femininity is pictured as fluid. Therefore, it is also a performativity. The contestation between those two opposing ideas is smoothly wrapped through amusing film such as Mrs. Doubtfire.

Abstrak:
Film Mrs. Doubtfire karya Chris Columbus menampilkan konstruksi yang berbeda dengan konstruksi peran gender yang telah menjadi mainstream. Berdurasi 1 jam dan 57 menit, film ini menampilkan konstruksi maskulinitas dan femininitas yang dapat saling bertukar, cair, dan tidak baku. Studi ini mengkaji dua pertanyaan utama. Pertama, bagaimana konstruksi peran gender digugat melalui performativitas gender? Kedua, ideologi apa yang terdapat dalam film? Teori Queer terutama gender performativitas yang dikemukakan oleh Judith Butler menjadi kerangka penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan mengobservasi dan menganalisis adegan terpilih dengan berfokus pada penampilan Daniel Hillard sebagai Euphegenia Doubtfire. Aspek naratif dalam film bukan satu­satunya perhatian utama. Aspek non­naratif juga menjadi bagian analisis kostum, tata rias, penampilan, dan warna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film ini pada satu sisi mengonfirmasi peran gender yang tradisional, tetapi di lain pihak juga mencoba menawarkan performativitas gender. Ideologi film ini menggambarkan femininitas sebagai sesuatu yang cair sehingga femininitas juga sesuatu yang sifatnya performativitas. Kontestasi antara kedua hal tersebut disajikan dengan menarik dalam film Mrs. Doubtfire.

Kata­Kata Kunci: konstruksi gender; performativitas gende; teori queer

Keywords


gender construction; gender performativity; queer theory

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v16i2.89.141-152

Article metrics

Abstract views : 272 | views : 228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats