Citra Perempuan dalam Novel Upacara, Api Awan Asap, dan Bunga Karya Korrie Layun Rampan

Yudianti Herawati(1*)

(1) Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25 Sempaja, Samarimda Utara
(*) Corresponding Author

Abstract


Masalah dalam penelitian ini adalah perkembangan isu gender yang mewarnai tiga novel karya Korrie Layun Rampan terutama dalam mempresentasikan peran gender laki-­‐laki dan perempuan. Masalah ini lebih ditujukan pada peran perempuan di bidang domestik dan ruang publik. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan keberadaan karya sastra dan persoalan‐persoalan yang terjadi dalam masyarakat, khususnya yang timbul dalam konteks gender. Kajian ini menggunakan teori feminisme sebagai acuan dalam mengungkap citra perempuan. Pengumpulan data menggunakan metode pustaka, sedangkan analisisnya menggunakan teknik analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga novel Korrie Layun Rampan itu memenuhi prinsip-­‐prinsip karya yang berjenis feminisme karena tokoh perempuan dalam ketiga novel itu adalah perempuan Dayak yang sudah tercitrakan sebagai perempuan tradisional dan modern. Namun, sosok mereka masih berbenturan dengan tradisi budaya Dayak yang menganut paham patriarkat. Selain itu, terjadi kekerasan terhadap perempuan di ruang domestik maupun publik sehingga terdapat perbedaan antara perempuan dan laki‐laki yang membentuk stereotip atau pelabelan negatif.

Abstract:
This research focuses on the growth of gender issues colouring three masterpiece novels of Korrie Layun Rampan, especially in presenting the role of gender among women and men. This problem is addressed more on the role of women in the domestic area and also public space. This paper aims to describe the existence of belles-lettres and problems happening in a society, especially those emerging in the context of gender. The study uses feminism theory in revealing the woman image so that feminism studies used for the elaboration. Librarian method was used in collecting the data. The analysis used the analytical technique so that the role of woman in novels of Upacara, Api Awan Asap, and Bunga in the form of gender can be depicted clearly. The result of this research is that the three novels can be considered as or have fulfilled the principles of being feminism type. It is because the roles of figures in those novels are women of Dayak imaged as modern and traditional women. However, their figures still oppose the cultural tradition of Dayak which still practices patriarchalism. Besides, violence still happen to women in public and also domestic area so that there are differences among men and women which form negative labels or stereotypes.

Key Words: novel; role; feminism; domestic; public

Keywords


novel; peran; feminis; domestic; publik

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v16i1.80.43-56

Article metrics

Abstract views : 407 | views : 459

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats