Dukungan Tokoh Laki­Laki Terhadap Feminisme Dalam Fiksi Jawa Modern Bertema Kekerasan

Darni Darni(1*)

(1) Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya, Jalan Lidah Wetan, Surabaya
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sikap tokoh laki­laki terhadap kekerasan yang menimpa perempuan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teori New Historicism, sebuah teori yang memiliki anggapan adanya hubungan timbal balik antara teks dan konteks sastra, mengungkap permasalahan sampai ke akarnya, dan memberikan perhatian kepada kelompok yang termarjinalkan, salah satunya perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah karya sastra Jawa modern berbentuk novel dan cerita bersambung yang terbit tahun 2001—2010. Data penelitian ada dua jenis, yaitu primer dan sekunder, yakni teks dan konteks. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh laki­laki mendukung dikukuhkannya ideologi feminisme. Para tokoh laki­laki membantu tokoh­tokoh perempuan untuk lepas dari kekerasan. Bahkan, para tokoh laki­laki juga membantu para perempuan untuk memulai hidup mandiri. Di akhir cerita, empat tokoh lelaki dalam empat dari enam cerita, menikahi tokoh­tokoh perempuan yang berhasil lepas dari kekerasan.

Abstract:
The purpose of this research is to describe male character’s attitude toward violence which happen to women. In achieving that purpose, this research uses New Historicism theory, a theory which has a belief that there is a reciprocal relationship between text and literature context, reveals the base of the matter, and gives attention to marginal groups, one of them is woman. This research is a qualitative one. The sources of data are modern Javanese literary works in the form of novels and serials published in 2001—2010. There are two kinds of research data, primary and secondary; text is the primary data, whereas context is the secondary one. The data analysis uses content analysis. The result of research shows that the male characters in six stories support feminism ideology. The male characters help women released from violence. Moreover, the male characters also help women to begin to live independently. In the end of the stories, four male characters in four stories of six stories, married the female characters who got released from violence.

Key Words: released from violence, independent, get married

Keywords


lepas dari kekerasan; mandiri; dan menikah

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v15i2.62.221-234

Article metrics

Abstract views : 294 | views : 373

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats