Perempuan dalam Drama Seri Televisi "Greatest Marriage": Perspektif Feminis Liberal

Yeni Mulyani Supriatin

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengungkap upaya tokoh perempuan dalam drama seri televisi “Greatest Marriage” menghadapi budaya patriarkat. Masalah yang dibahas adalah upaya tokoh perempuan dalam menghadapi budaya patriarkat; yakni upaya  mereka dalam berkompromi atau bernegosiasi dengan patriarkat. Teori yang digunakan dalam penganalisisan data adalah teori feminis liberal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik penyimakan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perempuan dalam drama yang diteliti telah mendobrak budaya patriarkat di lingkungan keluarga, tempat bekerjanya (kantor), dan di ranah hukum seperti mengkritik undang-undang perkawinan dan hak asuh anak. Simpulan penelitian ini adalah patriarkat diafirmasi oleh kelas atas yang secara ekonomi sudah mapan. Namun, kekuatan itu dapat dilawan dengan liberalisme, pendidikan, dan modernitas. 

 

[Title: Woman on Television Drama Series “Greatest Marriage”: Liberal Feminist Perspective]. This research aims to reveal the attempts of female characters in the television drama series "Greatest Marriage" in confronting the partriarchal culture. The problem discussed here is how the efforts of women leaders in the face of patriarchal culture, whether women can compromise or negotiate with the patriarchy. The theory used in analyzing the data is the liberal feminist theory. The method used is qualitative listening technique. The results illustrate that women in the studied drama have to break the patriarchal culture in the family environment, the place of work (office), and in the realm of law such as criticizing the laws of marriage and child custody. The conclusion of the research is that patriarchy is affirmed by the upper class who is economically established. However, that power can be challenged through liberalism, education, and modernity.


Keywords


feminisme; patriarkat; gender;feminism; patriarchal; gender

Full Text:

Fulltext PDF

References


Chandraningrum, D. (2015). “Kharier Patriarki.” Perempuan. Diperoleh Tanggal 17 Februari 2016 dari (www.jurnalperempuan.org/blog/ chandraningrum.%0A%0A

Chul, B. S. (2013). Jang Ok Jung: Live For Love. South Korea: SBS.

Farnisari, M. dan A. S. (2016). Bias Gen-der dalam Film Seri Korea “Sung-kyunkwan Scandal” Megaria Farnisari Arief Sudrajat. Paradigma, 1(2), 8-15.

Fribadi, D. O. (2012). Representasi Mas-kulinitas dalam Drama TV Korea You’re Beautiful. Fakultas Ilmu Bu-daya, Universitas Indonesia.

Howard, K. (2002). Exploding Ballads: Transformation of Korean Pop Music Global. In R. In: Craig, T and King (Ed.), chapters (pp. 80-95). Columbia: Faculty of Arts and Humanities > Department of Music. Diperoleh tanggal 3 Februari 2016 dari http://eprints.soas.ac.uk/id/ eprint/824%0D%0A

Indriyani. (2015). Feminisme Liberal. UIN Surabaya. Diperoleh Tanggal 10 Desember 2016 dari http://www.uinsby.ac.id

Iwabuchi, K. (2004). Feeling Asian Modernities: Transnational Com-sumption of Javanese TV Drama, Hongkong. Hongkong: Hong Kong University Press, HKU.

Ladyanna, S. (2013). Ruang Publik dan Perempuan di Korea Selatan. Muwazah, 5(1), 25–31.

Li, J. (2014). “Negotiating Masculinity and Male Gender Roles in Korean TV Dra-ma.” Marriott Downtown, Chicago. Diperoleh Tanggal 6 April 2016 dari www.allacademic. com

Prabasboro, A. P. (2010). Kata Pengantar. Feminist Though. (Prabasmoro, A.P.,  Penerjemah). Yogyakarta: Jalasutra.




DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v20i1.279.38-52

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

  

Visit Number:View My Stats

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License