Perbedaan Makna Novel dan Film Ayat-Ayat Cinta: Kajian Ekranisasi

Karkono Karkono(1*)

(1) Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negcri Malang, Jalan Surabaya 6 Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Proses adaptasi dari novel ke bentuk film disebut ekranisasi. Perbedaan yang sering muncul dalam proses ekranisasi selama ini lebih sering disebabkan oleh perbedaan sistem sastra (dalam hal ini novel) dan sistem film. Hal-hal teknis seperti media novel yang berupa kata- kata dan bahasa sementara media utama film adalah audio visual (suara dan gambar) memang menjadi kewajaran jika antara novel dan film menjadi berbeda. Dalam kasus novel dan film
Ayat-Ayat Cinta (AAC), perbedaan yang ada bukan sebatas karena masalah teknis tersebut, tetapi adalah perbedaan yang disengaja. Hasil dari penelitian ini adalah menguraikan perbedaan-perbedaan antara novel dan film AAC yang kemudian bisa terdeskripsikan sebab- sebab perbedaan itu terjadi dan juga makna perbedaan tersebut. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang ada antara novel dan film AAC bukan sebatas karena perbedaan sistem sastra dan sistem film, tetapi perbedaan yang disengaja oleh tim produksi film dengan maksud tertentu. Dari pengayaan dan berdasar pada fakta yang diungkap, peneliti menyimpulkan bahwa film AAC lebih menekankan pada persoalan poligami, ini terlihat dengan banyaknya penambahan adegan di dalam film yang menampilkan kehidupan poligami yang tidak ada di novel, sementara novel AAC lebih berisi. penggambaran perjuangan seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir beserta perjalanan kisah asmaranya.

Abstract
Adaptation process from novel to film is called ecranization. The differences often show up in the process of ecranization all this time is more regularly because of the difference of art
system (in this case novel) and the film system. Technical things as media or novel which consist of words and language, meanwhile film main media is audio visual (sow1d and picture) becomes a common thing if between novel and film become different. In the case of AAC's novel and film, the difference is not only because of that technical problem, but this is an intentional difference. From this research can be concluded that difference among AAC's novel and film is not one bounds because an system difference and film system, but intentional difference by film production team for the specific purposes. From enrichment and based on fact that revealing, researcher concludes that AAC's film more emphasizes on polygamy problem, this appears on many added scenes in film that feature polygamy life that is not tell in the novel, while AAC'S novel more consist of the struggle of an Indonesian college student that study at Egypt there with his love story.

Keywords: ecranization, novel and film, struggle of an Indonesian college student, polygamy

Keywords


ekranisasi novel dan; film; perjuangan mahasiswa Indonesia; polygamy

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v12i2.168.167-180

Article metrics

Abstract views : 882 | views : 297

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats