Tio Ie Soei Dan Nona Tjoe Joe (Pertjinta'an Jang Membawa Tjilaka): Tegangan Antara Konservatif dan Modern

Dwi Susanto(1*)

(1) Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Jalan Dr. Sutami, Ketingan, Sukoharjo
(*) Corresponding Author

Abstract


Nona Tjoe (Pertjinta'an Jang membawa Tjilaka) adalah sebuah cerita yang berbeda dari pcngarang ccrita peranakan China pada era 1920. Cerita ini juga memberikan karakteristik yang berbeda dari cerita-cerita Tio le Soci. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mcnjclaskan keadaan kehidupan sosial masyarakat/komunitas China yang ter-refleksi dalam Nona Tjoe Joe. Dengan memfokuskan pada representasi kehidupan komunitas China, tulisan ini berusaha mcnjawab beberapa pertanyaan "dimanakah kita sekarang dan apa yang terjadi dengan kehidupan kita sekarang dan akan datang" (2) bagaimana masyarakat China merespon pengaruh Barat (3) dengan analogi posisi wanita, seperti apa pilihan identitas peranakan China. Untuk menjawab pertanyaan itu, artikel ini memfokusukan pada teks sebagai refleksi fakta sosial. Kemudian, refleksi itu dianggap sebagai fakta kemanusian seperti perasaan, identitas, strategi untuk. bertahan hidup masyarakat China

Abstract:
Nona Tjoe Joe (Pertjinta 'an Jang membawa Tjilaka) is a different story compared to other peranakan Chinese stories in 1920 era. This story also gives the characteristic different from the other Tio le Soe.i stories, The study aims to explore and explain the condition of social life of Chinese community as reflected in Nona Tjoe Joe story. Giving the focus on the representation of the Chinese life, this article attempts to give answers of t.hc following questions: (1) how did Chinese community give answer "where is now and what happen with our present time and future", (2) how did Chinese community responds to the West influence, (3) with analogy of women position, what was the choices of identity peranakan Chinese. To answer those questions, this article gives the focus on the text as a reflection of social facts. The reflection is considered as human fact of feeling. identity, strategy to defending life of Chinese community.

Keywords: reflection Chinese community, conservatism, modem

Keywords


refleksi masyarakat China; konservatisme; modem

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v12i2.165.137-155

Article metrics

Abstract views : 178 | views : 124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats