Makna Perlawanan Kultural dalam Puisi Indonesia Mutakhir

I.B. Putera Manuaba(1*),

(1) Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga Jalan Dharmawangsa Dalam Selatan 2A Surabaya
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bentuk perlawanan kultural yang ada dalam puisi Indonesia mutakhir serta manfaatnya. Penelitian telah menemukan beberapa bentuk perlawanan kultural dalam puisi-puisi Indonesia, termasuk perlawanan terhadap ketidakadilan sosial, demoralisasi, modernisasi, kekuasaan, kekerasan dan penindasan, serta pendidikan yang tidak mencerdaskan. Perlawanan-perlawanan budaya tersebut mengandung makna sebagai berikut. Pertama, untuk membangun masyarakat bangsa yang lebih mementingkan keadilan sosial. Kedua, untuk menciptakan sebuah masyarakat bermoralitas tinggi. Ketiga, untuk meraih kemajuan dan modernisasi dalam kehidupan di segala bidang tetapi tetap menghargai rasa kemanusiaan antarumat manusia. Keempat, bertujuan untuk membuat hidup masyarakat lebih sejahtera dan bahagia. Kelima, untuk menyarankan dan memandu gaya hidup dan budaha antikekerasan. Keenam, untuk membangun kehidupan yang toleran dan egaliter. Ketujuh, untuk mendorong pendidikan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat supaya lebih pandai dan siap setiap saat untuk menghadapi tantangan dalam hidup mereka.

Abstract:
The research’s aim is to study any form of cultural resistance existing in the contemporary Indonesian poems and its significance. The research has found some forms of the cultural resistance taking place in the Indonesian poems, including the resistance againts the social injustice, demoralization, modernization, power, violence and oppression, and devastating and weakening education. The cultural resistances have a sense of the following. First, to build the society nation which emphasizes more on the social justice. Second, to create a society upholding high morality. Third, to accomplish any advancement and modernization in life and in any field but remain respecting the humanity sense among human kinds. Fourth, aim to make people better off and live happily. Fifth, to advise and guide the antiviolence way of life and culture. Sixth, to build tolerant and egalitarian life. And finally, sixth, to encourage the education oriented on empowering people to be smart and being always ready in coving with challenges being faced any time in their life.

Keywords: poem, cultural resistance, sense

Keywords


puisi; perlawanan kultural; makna

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v12i1.152.1-7

Article metrics

Abstract views : 210 | views : 298

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats