Pelapisan Sosial dan Pernikahan Ideal dalam Mitos Sangkuriang: Telaah Struktural Antropologi Lévi-Strauss

Asep Yudha Wirajaya(1*)

(1) Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret, Jalan Ir. Sutami, Kentingan, Solo
(*) Corresponding Author

Abstract


Mitos Sangkuriang merupakan mitos yang pesan kearifan tradisinya “gagal” dicerna oleh masyarakat pemiliknya. Mitos ini pada akhirnya hanya mampu menceritakan asal mula
”kelahiran” sebuah gunung dan cekungan Bandung, dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan manusia kecuali tentang perjalanan kehidupan seorang anak manusia yang durhaka pada orang tuanya. Tampak bahwa, pesan-pesan mitos ini sedemikian naifnya jika dibandingkan dengan dinamika perjalanan kehidupan yang dijalani oleh manusia Sangkuriang. Karena itulah perlu cara pandang, pemahaman dan penafsiran yang tidak hanya menangkap berbagai fenomena atas peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga untuk melihat ‘batin sosial’ suatu masyarakat bahkan melihat ke dalam ‘struktur dalam’ (deep structure) suatu masyarakat. Dengan demikian mitos sebagai sebuah ”proses komunikasi” lintas generasi dalam tataran simbolis mampu hadir dan bermakna dalam tatanan yang apik dan rapih sebagai alternatif solusi mengatasi atau memecahkan berbagai kontradiksi empiris yang selama ini tidak terpahami oleh nalar manusia.

Abstract:
Sangkuriang myth represents myth whose message of its tradition wisdom is "fail" to be digested by its owner society. This myth in the end only can narrate provenance "birth" a Bandung hollow and mount, and there no relation with human life except about life journey a disaffected human being child at its old fellow. See that, messages of this myth is naive in such a way in comparison with life journey dynamics experienced by Sangkuriang human being. Therefore, it needs a way of approach, interpretation and understanding which do not only catch various phenomenon to the event that happened in everyday life, but also to see 'social mind' society, even see into 'structure in' (structure deep) society. Thereby myth as a "communications process" passed by quickly generation in symbolic devices can attend and have a meaning of in nice structure and good alternatively solution overcome or solve various empirical contradiction is not comprehended by human being natural existence

Key Words: incest, social veneering, and Sangkuriang

Keywords


inses; pelapisan sosial; Sangkuriang

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v13i1.144.59-73

Article metrics

Abstract views : 322 | views : 256

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats