Ideologi Pembangunan Orde Baru dalam Sastra Anak Balai Pustaka Tahun 80-an

Partiningsih Partiningsih(1*),

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi munculnya karya sastra anak terbitan Balai Pustaka tahun 1980-an yang berisi gagasan pembangunan Orde Baru. Di era ini juga muncul berbagai sastra lain baik yang mendukung dan yang berbeda dengan estetika sastra Orde Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui topik atau isi karya sastra anak Balai Pustaka dan mengungkap strategi kuasa Orde Baru dalam menghegemoni dunia kesastraan. Teori yang digunakan adalah teori hegemoni Gramsci. Objek material yang digunakan adalah karya sastra anak Balai Pustaka tahun 80-an. Objek formalnya adalah ideologi Orde Baru dalam sastra anak Indonesia era 80-an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra anak Balai Pustaka menjadi alat untuk mendoktrin kekuasaan Orde Baru dalam pikiran anak-anak melalui gagasan dan konsep pembangunan Indonesia. Selain itu, Orde Baru membuat konsep estetika sastra untuk mencegah berkembangnya estetika yang lain, seperti realisme sosialis ataupun Islam. Selanjutnya, kuasa Orde Baru menjalankan doktrin ideologinya dengan cara menguasai bacaan anak di Indonesia.

Kata-Kata Kunci: sastra anak Balai Pustaka, hegemoni, kuasa

Abstract: The background of this research is that children literatures Balai Pustaka in the 80s contains the development idea of New Order. In this era, there appeared other children literatures which either supported or opposed the New Order aesthetic concepts of literature. The phenomenon shows the conflict and hegemonic strategy in aesthetic children literature, especially by Balai Pustaka. The problem is the topic of children literatures Balai Pustaka in the 80s and the strategy of New Order to dominate and control the literature aesthetic to legitimate their power. The research uses Gramscian hegemony concepts. The object of this research is the children literatures published Balai Pustaka in the 80s and the hegemonic strategy by New Order in children literatures. The result of this research is that the children literatures Balai Pustaka in the 80s had become an instrument of New Order indoctrination. The discourse of the development of Indonesia was used to legitimate the New Order power. The New Order banned the other aesthetic concepts, like social realism or “Islamic literature aesthetic”. The power of New Order implemented their ideology indoctrination by dominating and controlling the Indonesian children literature.

Key Words: hegemony, power, Balai Pustaka children literatures

Keywords


sastra anak Balai Pustaka; hegemoni; kuasa; hegemony; power; Balai Pustaka children literatures

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v19i1.120.29-44

Article metrics

Abstract views : 362 | views : 457

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats