Genetika Roman Panglipur Wuyung

Teguh Supriyanto(1*),

(1) Universitas Negeri Semarang, Gedung B, Kampus Sekaran, Gunung Pati, Semarang
(*) Corresponding Author

Abstract


Roman panglipur wuyung secara ideologis menggambarkan keinginan yang diidam- kan hadir di dunia nyata. Kota adalah tempat yang ideal untuk memperolehnya. Sebaliknya, de- sa adalah dunia sepi, miskin, dan serba kekurangan. Meskipun demikian, kesadaran akan keter- asingan di kota tidak dapat dimiliki oleh para tokoh cerita yang umumnya didominasi para re- maja. Dunia nyata yang ada di kota inilah yang diidamkan dalam cerita roman panglipur wu- yung. Kesenangan dan kekayaan adalah hal ideal yang diimpikan, yang dicita-citakan, dan yang harus hadir di dunia nyata ini. Genetika sosial roman berasal dari masyarakat kapitalisme semu.

Abstract:
The romance of Panglipur wuyung ideologically describes an ideal aspiration emerges in the real world. A city is basically an ideal place to get it. Conversely, a country is a quiet, poor world, and lack of anything. The consciousness of alienation in the city, however, cannot be possessed by the characters generally dominated by teenagers in this roman. The city is the real world which is dreamt, aspired in the romance. The social genetics of romance originates from a pseudo-capitalism society.

Key Words: genetics; ideology; real world

Keywords


genetika; ideologi; dunia nyata

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24257/atavisme.v14i1.108.113-124

Article metrics

Abstract views : 242 | views : 147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats